Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Sabtu, 29 Agustus 2020

Komponen - komponen dan Ciri benda pada Citra

 INDRAJA atau Pengindraan Jauh 

  adalah metode atau ilmu untuk memperoleh data tentang objek, tanpa kontak dengan objek, dengan alat "sensor".


Gambar : Komponen - komponen Pengindraan Jauh

komponen - komonen Inderaja

1. Tenaga 

alamiah/sistem pasif 

misalnya : cahaya matahari 

   

 buatan/ sistem aktif

misalnya : tenaga elektromagnetik

2. Objek

 segala sesuatu yang menjadi sasaran dalam pengindraan jauh 

     misalnya : hidrosfer, atmosfer, litosfer, biosfer.


3. Sensor

a. alat perekam objek 

    1) Sensor Fotografik

        Kamera pada wahana :

        - Citra foto

           Pesawat   : foto udara

           Satelit      : foto satelit

        Keuntungan :

        - cara sederhana

        - biaya lebih murah

        - resolusi spasial baik

        - intensitas geometrik baik

    2) Sensor Elektromagnetik

         komputer citra nonfoto

       Keuntungan :

       - lebih peka terhadap gelombang elektromagnetik

       - karakteristik objek dapat dibedakan dengan jelas 

       - analisa dan interpretasi sangat cepat


4. Citra 

 gambaran dari objek 

  citra foto 

   - menurut sistem wahana

     foto satelit satelit 

     foto udara  balon udara, pesawat

   - menurut spektrum warna 

     foto ultraviolet

     foto inframerah

     foto ortokromatik (hi - bi)

     foto pankromatik  (me - ji - ku - hi - bi - ni - u)

   - menurut sumbu kamera 

     foto tegak/vertikal (ortho)

     foto miring/condong (oblique photograph)

citra non foto

contoh : 

   - citra Inframerah 

   - citra Inframerah thermal

   - citra radar

   - citra multi spectral scanners

   - citra satelit

Jenis :

SDA (Sumbedaya Alam) : - SPOT (Prancis)

                                      - MOS (Jepang)

                                      - LUNA (Rusia)

                                      - ERS 

                                      - Landsat (USA)


 Ciri benda pada citra   :

1. Ciri spatial 

    berkaitan dengan ruang 

    misal :   - bentuk 

                 - ukuran 

                 - bayangan 

                 - pola

                 - tekstur

                 - situs

                 - asosiasi

2. Ciri temporal 

    berkaitan dengan ruang dan waktu 

    misal : lereng batuan muda berada dengan batuan tua.


3. Ciri Spektral 

    berkaitan dengan rona dan warna 

    misal :

    - citra yang banyak memantulkan sinar (cerah)

    - citra yang sedikit memantulkan sinar (gelap)

    - citra yang tekstur kasar (gelap) 

Fungsi Citra :

- Alat bantu menyusun teori

- Penemu fakta 

- Deskripsi

- Prediksi dan Pengendalian 


Keterkaitan citra : 

- Data yang disadap terbatas

- Hasil Interpretasi citra tergantung pada kejelasan wujud objek/gejala



       


Senin, 24 Agustus 2020

Pengindraan Jauh

A. Pengindraan Jauh 

Suatu ilmu, seni dan teknik dalam usaha mengetahui benda dan gejala dengan cara menganalisis objek dan arah tanpa adanya kontak langsung dengan benda, gejala, dn objek yang di kaji. Pengambilan data dalam pengindraan jauh dilakukan dari jarak jauh dengan menggunakan sensor buatan. tidak adanya kontak dengan objek yang dikaji maka pengindraan dilakukan dari jarak jauh sehingga disebut pengindraan jauh. 

ada beberapa istilah dalam bahasa asing yang sering digunakan untuk pengindraan jauh. Di negara Inggris, pengindraan jauh dikenal dengan remote sensing, di negara Prancis dikenal dengan teledection, di negara Jerman disebut femerkundung, dan di negara Rusia disebut distansionaya. di Indonesia pengindraan jauh dikenal dengan remote sensing


B. Komponen Pengindraan Jauh

1. Sistem Tenaga 

Pengindraan jauh menggunakan menggunakan dua sumber tenaga yaitu sumber tenaga matahari dan sumber tenaga buatan. Sumber tenaga buatan ada sebagai pengganti sumber matahari karena ketika malam hari di suatu tempat tidak ada sumber tenaga maka dipakai sumber buatan yang disebut dengan tenaga pulsa. Pengindraan jauh yang menggunakan tenaga matahari dikenal dengan sistem pasifSedangkan pengindraan jauh yang menggunakan tenaga buatan disebut dengan sistem aktif.

2. Atmosfer 

Energi yang masuk ke permukaan bumi tidak seluruhnya sampai, tapi sebagian kecil masuk ke permukaan bumi. Energi tersebut dihambat oelh atmosfer melalu serapan, dipantulkan dan diteruskan.

3. Interaksi antara tenaga dan objek 

        Dalam perekaraman objek diperlukan wahana, tenaga alami, atau buatan objek yang direkam, alat sensor, dan deteksi (detector). Tenaga yang memancar ke permukaan bumi (objek) akan memantul dan direkam oleh alat (sensor).  

Pada sensor terdapat alat untuk mendeteksi (detector), di mana detector yang ada pada alat dipasa-ng pada wahana (seperti balon udara, pesawat, dan satelit). 

4. Wahana dan Sensor

a. Wahana adalah kendaraan yang berfungsi untuk menyimpan alat perekam. Merekam objek permukaan bumi bisa dilakukan di angkasa maupun luar angkasa. wahana yang digunakan di pengindraan jauh di antaranya balon udara, pesawat terbang, pesawat ulang- alik, dan satelit. setiap jenis kendaraan yang memiliki kerincian objek yang berbeda. Pesawat terbang memiliki kerincian objek yang dapat terus ditingkatkan karena pesawat dapat terbang pada ketinggian yang berbeda, sedangkan satelit memiliki kerincian objek yang bergantung pada pixel karena ketinggian wahana satelit sudah ditentukan. 

b. sensor adalah alat yang berfungsi sebagai penerima tenaga pantulan maupun pancaran yang direkam oleh detector. sensor sering juga disebut sebagai alat perekam. Berdasarkan proses perekamannya, sensor dibedakan menjadi dua, yaitu sensor fotografik dan sensor elektronik. 

1) Sensor Fotografik 

Sensor yang digunakan sistem fotografik adalah kamera. cara kerja sensor ini berdasarkan pantulan tenaga dari objek. sedangkan detektornya adalah film sehingga sensor fotografik menghasilkan foto. Sensor fotografik yang dipasang pada pesawat udara menghasilkan citra yang disebut foto udara, sedangkan sensor fotografik yang dipasang di satelit sering disebut citra satelit. 

2) Sensor Elektronik 

Sensor elektronik ini digunakan pada sistem pengindraan jauh nonfotografik karena proses perekaman objek tidak berdasarkan pembakaran, tetapi berdasarkan sinyal elektronik yang dipantulkan atau dipancarkan dan direkam oleh detektor. 

Detektor untuk sensor ini adalah pita magnetik dan proses perekamannya didasarkan pada energi yang dipantulkan atau dipancarkan. Sensor elektronik yang direkam pada pita magnetik selanjutnya diproses menjadi data visual (citra)   dan data digital dengan menggunakan komputer.

5. Perolehan Data 

Data pengindraan jauh diperoleh melalui dua cara yaitu dengan cara manual dan digital. Cara manual     dilakukan dengan cara interpretasi secara visual. Sedangkan cara digital dilakukan dengan  menggunakan komputer. Foto udara biasanya diinterpretasi secara manual.


6. Penggunaan Data

Gambar 2.1 Satelit pengindra jarak jauh. (Sumber: Kamus Visual, 2005)

Pengguna data adalah orang atau lembaga yang memakai data  pengindraan jauh.  Data pengindraan jauh dapat dimanfaatkan dalam berbagai bidang. Data pengindraan jauh yang memiliki kerincian dan keandalan sangat dibutuhkan oelh penggunaan data. 

Pengindraan jauh dengan proses satelit seperti tampak pada gambar di atas, melalui berbagai proses berikut.

1. Spektrum Elektromagnetik

Sinar matahari sebagai spektrum elektromagnetik mengenai sasaran (objek) yang diinginkan.

2.  Penyinaran

Matahari sebagai sumber energi alami digunakan dalam proses satelit sebagai sistem pasif (searah). Sinar yang masuk dihambat oleh atmosfir melalui serapan, pantulan, dan kemudian diteruskan.

3. Pemantulan dan Penangkapan

Hasil penyinaran dari sasaran (objek) yang berupa  pantulan kemudian ditangkap oleh alat perekam data (citra satelit).

 4. Perekaman

Hasil perekaman dari citra satelit diterima oleh piringan penerima data, dalam hal ini data secara digital, baru kemudian diolah (dicetak, disimpan, dan sebagainya) dan digunakan oleh pengguna data.


 

Jumat, 03 Mei 2019

Geografi Science



Geografi Science
Berbagi ilmu, tips, dan artikel menarik tentang fenomena kehidupan di bumi dari pengalaman dan refrensi terbaik.

Selasa, 27 November 2018

Selasa, 18 September 2018

Proyeksi dan Skala Peta

Proyeksi peta adalah cara pemindahan lintang/bujur yang terdapat pada lengkung permukaan bumi ke bidang datar.
Ada beberapa ketentuan umum yang harus di perhatikan dalam proyeksi peta yaitu :
a. bentuk yang diubah harus tetap
b. luas permukaan yang diubah harus tetap
c. jarak antara satu titik dengan titik lain di atas permukaan yang di ubah harus tetap, serta
d. sebuah peta yang di ubah tidak boleh mengalami penyimpangan arah.

Dengan demikian, pada prinsipnya bahwa dengan proyeksi peta diharapkan penggambaran permukaan bumi ke dalam peta tidak terlalu menyimpang dari aslinya, atau dapat mendekati bentuk yang sebernarnya.

Bentuk - Bentuk Proyeksi Peta
Menurut bidang proyeksinya, proyeksi peta dapat dibedakan menjadi tiga bentuk, yaitu proyeksi azimuthal, proyeksi kerucut, dan proyeksi silinder.

I. Proyeksi azimuthal
    ialah proyeksi menggunakan bidang datar sebagai bidang proyeksinya. karenanya, proyeksi ini lebih tepat untuk menggambarkan daerah kutub. 
Ciri - ciri proyeksi azimhutal :
a. Garis - garis bujur sebagai garis lurus yang berpusat pada kutub
b. Garis lintang digambarkan dalam bentuk lingkaran yang konsentris mengelilingi bumi kutub
c. Sudut antara garis bujur yang satu dengan lainnya pada peta besarnya sama.
d. Seluruh permukaan bumi jika digambarkan dengan proyeksi ini akan berbentuk lingkaran.

Proyeksi Azimuthal dibedakan atas 3 jenis, yaitu :
a. proyeksi Azimut Normal yaitu bidang proyeksinya menyinggung kutub
b. Proyeksi Azimut Transversal yaitu bidang proyeksinya tegak lurus dengan ekuator
c. Proyeksi Azimut Oblique yaitu bidang proyeksinya menyinggung salah satu tempat antara kutub dan ekuator.



untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar berikut ini ;

oleh karena itu, proyeksi Azimuthal paling tepat untuk menggambarkan kutub, maka penggambaran kutub melalui proyeksi ini dibedakan menjadi 3 macam yaitu :
(1) Proyeksi gnomonik, yaitu proyeksi yang titik Y-nya terletak di pusat lingkaran.
(2) Proyeksi stereogenik, yaitu proyeksi yang titik Y-nya berpotongan (berlawanan) dengan bidang            proyeksi.
(3) Proyeksi ortografik, yaitu proyeksi yang titik Y-nya terletak jauh di luar lingkaran .

Gambar 1 : Bentuk Proyeksi Azimuthal


II. Proyeksi Kerucut
Proyeksi bentuk ini diperoleh dengan jalan memproyeksikan globe pada bidang kerucut yang melingkupinya. Puncak kerucut berada di atas kutub (utara) yang kemudian direntangkan. proyeksi dengan cara ini akan menghasilkan gambar yang baik (relatif sempurna) untuk daerah 45⁰ atau daerah lintang sedang. 
Gambar 2 : Proyeksi Kerucut


III. Proyeksi Silinder
Proyeksi silinder diperoleh dengan jalan memproyeksikan globe pada bidang tabung (silinder) yang diselubungkan, kemudian direntangkan. menggambarkan wilayah luas sesuai untuk wilayah khatulistiwa atau lintang rendah. karena menyinggung wilayah khatulistiwa maka garis paralel merupakan garis horizontal & meridian. 

Gambar 3 : Proyeksi silinder
IV. Proyeksi UTM (Universal Transverse Mercator)
Proyeksi UTM adalah proyeksi peta yang terkenal dan sering di gunakan. UTM merupakan proyeksi silinder yang mempunyai kedudukan transversal, serta sifat distorsinya conform. Bidang silinder memotong bola bumi pada dua buah meridian yang disebut meridian standar dengan faktor skala1.    
keunggulan sistem UTM adalah :
1. setiap zona memiliki proyeksi simetris sebesar 6⁰,
2. rumus proyeksi UTM dapat digunakan untuk transformasi zona di seluruh dunia,
3. distorsi berkisar antara 40 cm/1.000m dan 70 cm/ 1.000m.


Gambar 4 : Graticula dalam sistem UTM 
Proyeksi Berdasarkan Distorsinya :
1. Proyeksi Conform (Orthomorfic), yaitu proyeksi yang menunjukkan bentuk daerah, pulau, benua        di peta sama bentuknya dengan kenyataannya di permukaan  bumi.
2. Proyeksi Equal Area (Equivalent), yaitu proyeksi yang menunjukkan luas daerah di peta sama            luasnya dengan di muka bumi.
3. Pryeksi Equidistant, yaitu proyeksi yang mempertahankan kesamaan jarak di peta dengan di                permukaan bumi.


Minggu, 16 September 2018

Kumpulan Soal Online TOEFL

A. Soal Kuis Online Tofle
B. Soal Online TOFLE

Kumpulan Soal Online

A. Soal Online Ujian Sekolah
B. Soal Online Ujian Nasional
C. Soal Online SBMPTN
D. Soal Online Olympiade